Sabtu, 07 Maret 2020


Kurikulum Dan Program Layanan
SLB C NegeriI Pembina Prov. Kalsel

Sekolah SLB C Negeri Pembina Prov. Kalsel  menerapkan kurikulum K13 Sistem pendidikan berbasis kebutuhan dan kemampuan siswa yang disesuaikan dengan hasil assessment tim pendidik dan rekomendasi tenaga ahli serta kolaborasi kurikulum K13. Pada pelaksanaan sistem pembelajaran yang ada di Sekolah SLB C Negeri Pembina Prov. Kalsel di kedepankan beberapa hal penting yang membuat Sekolah SLB C Negeri Pembina Prov. Kalsel  berbeda dengan sekolah negeri pada umumnya antara lain :

1. Kurikulum Program Kompensatoris
Sekolah SLB C Negeri Pembina Prov. Kalsel  mengkolaborasikan kurikulum 13 dengan hasil assessment kebutuhan dan kemampuan siswa serta menambahkan kurikulum program kompensatoris. Program kompensatoris secara singkat adalah memfasilitasi siswa yang memiliki hambatan pada aspek tertentu seperti kehilangan fungsi penglihatan, pendengaran, hambatan pada kognitif, motorik, emosi maupun tingkah laku, sehingga dialihkan pada fungsi lain yang memungkinkan dapat menggantikan fungsi yang hilang. Program ini dilaksanakan diluar jam mengajar sebanyak 1 jam mata pelajaran sesuai dengan program yang dibutuhkan. Program tersebut antara lain :  
·       Orientasi dan mobilitas bagi tunanetra
Orientasi dan mobilitas merupakan salah satu layanan kompensatoris bagi tunanetra. Berdasarkan pendapat Raharja menjelaskan orientasi dan mobilitas atau disingkat OM adalah kemampuan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain menggunakan semua indera yang masih ada untuk menentukan posisi seseorang terhadap benda-benda penting yang ada disekitarnya baik temporal ataupun spasial.
·       PKPBI bagi tunarungu
Pengembangan Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama disingkat PKPBI merupakan pembinaan komunikasi dan penghayatan bunyi yang dilakukan dengan sengaja ataupun tidak sengaja, sehingga kemampuan komunikasi dan mempersepsi bunyi melalui pendengaran dan perasaan vibrasi yang masih dimiliki peserta didik tunarungu dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk berintegrasi dengan dunia sekelilingnya yang penuh dengan bunyi.

·       Pengembangan Bina diri bagi tunagrahita
Pembelajaran pengembangan bina diri adalah serangkaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru profesional dalam bidang pendidikan khusus untuk membina atau melatih secara terencana danterprogram terhadap peserta didik tunagrahita yang membutuhkan layanan khusus, yakni peserta didik tunagrahita yang mengalami hambatan berkait dengan bina diri dan koordinasi motorik agar mereka dapat melakukan aktivitas dan keterampilan hidup sehari-hari secara optimal.
·       Pengembangan Bina diri dan gerak bagi tunadaksa
Bina diri dan gerak yakni bahwa Bina diri adalah serangkaian kegiatan yang disusun oleh guru profesional secara terencana, terprogram terhadap individu yang membutuhkan layanan khusus, yakni individu yang mengalami gangguan koordinasi gerak-motorik, sehingga mereka dapat melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari, dengan tujuan meminimalisasi dan atau menghilangkan ketergantungan terhadap bantuan orang lain dalam melakukan aktivitasnya.
·       Pengembangan Interaksi komunikasi dan perilaku bagi autis
Pengembangan kompensatoris bagi anak autis salah satunya pegembangan interaksi dan perilaku. Tujuannya yakni agar anak autis mampu bersosialisasi di lingkungan sekitar, mengidentifikasi orang atau tempat yang ada di sekitar, mengikuti permainan dengan baik, menunjukkan perilaku yang baik, dll

2. Kurikulum Vokasional / Bengkel Kerja
Program pendidikan vokasi di SLB C Negeri Pembina Prov. Kalsel   bertujuan untuk menyiapkan lulusan untuk bekerja dan mandiri di kehidupannya.  Program ini melatih vokasional yang cenderung bersifat reproduktif yang dapat memenuhi pengembangan kebutuhan industri dan skill yang dibutuhkan pasar. Program vokasi atau bengkel kerja adalah 1 dari 10 sekola khusus terpilih yang memiliki sarana dan prasarana serta variasi jenins bidang ketrampilan, antara lain :
·       ICT
·       Tata Busana
·       Tata Boga
·       Kriya Kayu
·       Otomotif
·       Tata Kecantikan
·       Akupressuere / Massage
·       Percetakan Braillo
·       Sablon

3. Tenaga Pengajar Ahli
Sebagai salah satu syarat menjadi sekolah Pembina jenjang Satuan Pendidikan khusus maka SLB C Negeri Pembina Prov. Kalsel  memiliki tenaga kerja ahli dari berbagai bidang ilmu pendidikan yang sesuai untuk mengangani siswa berkebutuhan khusus dengan keragaman hambatan yang mereka miliki.

4. Program Pembinaan Kejuaraan Siswa Khusus
Pembinaan kejuaraan siswa berkebutuhan khusus seperti fiksi, o2sn, fls2n, literasi, soina dan lain sebagainya dilakukan diluar jam pelajaran dengan pendidik yang berpengalaman dibidangnya maupun dengan memanggil pelatih khusus yang didanai melalui dana BOS dan menggunakan jam ekstrakulikuler.

5. Pendidikan Praktik
Pendidikan praktik adalah bentuk pembelajaran yang mengedepankan pemberian pengalaman secara nyata kepada kemampuan siswa untuk dapat menerapkan materi pembelajaran yang didapat di dalam kelas ke dalam kehidupan sehari-hari.

6. Program Kelompok Kerja Guru (KKG) Intra Sekolah
Seluruh guru di SLB C Negeri Pembina Prov. Kalsel  mengikuti kegiatan KKG yang di laksanakan di sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar. Kegiatan berisi diskusi, seminar, workshop, microteaching, pengembangan kurikulum dan pengembangan metode pembelajaran. Guru berkesempatan untuk bisa bertukar ide dengan guru-guru yang lain pada kegiatan ini.

Kegiatan Outing Class dilaksanakan dengan mengunjungi tempat-tempat yang berhubungan dengan pelajaran. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman siswa dalam belajar. Selain Outing Class bisa menjadi salah satu media pembelajaran yang menarik di luar kelas. Pada kegiatan ini siswa akan melihat langsung proses di lapangan dalam mengaplikasikan pelajaran.

Program pembemberdayaan alumni merupakan cara dari SLB C Negeri Pembina Prov. Kalsel untuk membimbing siswa khusus agar mandiri di kehidupannya serta dapat benar benar memberi pengalaman bermasyarakat yang inklusif. Hal ini juga berguna untuk mengetahui Profil alumni, Kekuatan dan kelemahan pemberdayaan alumni, Peluang dan tantangan dalam kehidupan bermasyarakat di tengah hambatan yang dimiliki oleh siswa.

Komite sekolah berperan sebagai forum silaturahmi antara orang tua/wali murid dengan sekolah dan antar orang tua. Komunikasi orang tua ini sangat diperlukan untuk menyelesaikan segala permasalahan yang mungkin timbul pada diri siswa ketika proses pembelajaran di sekolah berlangsung. Komite sekolah ini juga mempunyai program kerja untuk mendukung program pendidikan yang ada di sekolah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SLB Pembina Gelar Pelatihan Daring, Siapkan PJJ Bagi ABK

SLB Negeri Pembina Prov.Kalsel menggelar Pelatihan Daring bagi guru-gurunya guna menyiapkan pembelajaran jarak jauh. Kegiatan dengan topi...